Tak lama setelah Paus Leo XIV mengumumkan bahwa beliau akan menjalani operasi untuk mengangkat benjolan atau nodul di paru-parunya, para uskup, klerus, religius, dan umat Katolik di Amerika Serikat dan Kanada menyatakan dukungan doa bagi kesembuhan beliau.
Paus yang berusia 71 tahun itu mengungkapkan dalam sambutan Doa Angelus pada 11 Oktober bahwa dokter telah menemukan “benjolan terdapat” di paru-parunya.
Beliau mengatakan bahwa nodul tersebut “terdeteksi pada tahap yang sangat dini” selama “beberapa pemeriksaan medis baru-baru ini.”
Matteo Bruni, direktur kantor pers Takhta Suci, mengatakan operasi akan dilakukan pada minggu mendatang
di Rumah Sakit Gemelli, Roma.
“Perkiraan waktu pemulihan pasca-operasi adalah sekitar satu pekan,” kata Bruni.
Uskup Agung Oklahoma City Mgr. Paul S. Coakley, ketua Konferensi Waligereja Amerika Serikat, berjanji untuk berdoa bagi Paus Leo yang lahir di AS tersebut.
“Para uskup Amerika Serikat bersatu dengan umat beriman dan semua orang yang berkehendak baik dalam mendoakan kesehatan beliau,” kata Uskup Agung Coakley dalam pernyataan yang diberikan kepada OSV News. “Semoga tangan para dokter bedah Paus Leo dibimbing oleh Sang Penyembuh Ilahi, Yesus Kristus.”
Uskup Agung menambahkan, “Mohon luangkan waktu sejenak hari ini, sebagaimana saya juga akan melakukannya, untuk memanjatkan doa bagi Paus Leo dan tim medis yang merawat beliau.”
Dalam pernyataan pada 11 Oktober yang diberikan kepada OSV News, Konferensi Waligereja Kanada menyatakan bersatu “dengan umat beriman dalam doa” demi kesehatan Paus Leo.
“Kami memohon perantaraan Santa Perawan Maria, Kesehatan Orang Sakit, agar Bapa Suci segera pulih setelah menjalani operasi mendatang,” kata para uskup Kanada.
“Saya meminta seluruh umat Keuskupan Agung Washington untuk memanjatkan doa kepada Bapa, Putra, dan Roh Kudus agar Paus Leo senantiasa dikaruniai kesehatan yang prima dan dapat memimpin Gereja dalam peziarahan rahmat serta harapan, dengan visi, kekudusan, semangat pengorbanan, dan belas kasih pastoral yang senantiasa mewarnai masa kepausannya sejak beliau memangku Takhta Santo Petrus,” ujar Kardinal Robert W. McElroy, uskup agung Washington dalam pesan tertanggal 11 Oktober yang dimuat oleh Catholic Standard, saluran berita Keuskupan Agung Washington.
Kardinal, yang saat ini berada di Roma untuk menghadiri pertemuan di Vatikan dalam rangka peringatan 10 tahun seruan apostolik Paus Fransiskus, Amoris Laetitia – menambahkan, “Saya juga meminta setiap imam di Keuskupan Agung ini untuk mempersembahkan Misa bagi Paus Leo dan kesehatannya pada hari-hari ini.”
Dalam sebuah unggahan Facebook tertanggal 11 Oktober, Uskup Agung New York Mgr. Ronald A. Hicks menyatakan bahwa beliau bergabung “dengan para uskup, imam, umat beriman, dan semua orang yang berkehendak baik di Keuskupan Agung New York dalam mendoakan Bapa Suci kita, Paus Leo XIV, saat beliau bersiap menjalani operasi pada akhir pekan ini.”
Uskup Agung tersebut, yang saat ini sedang menyelesaikan peziarahan selama sepekan di Camino de Santiago, jaringan rute ziarah kuno melintasi Eropa menuju makam Santo Yakobus di Santiago de Compostela, Spanyol, mengatakan, “Paus Leo akan mendapat tempat istimewa dalam doa-doa saya” yang ditujukan kepada “Yesus, Sang Penyembuh Ilahi,” agar membimbing para dokter dan tim medis yang merawat Paus.
“Kami sangat meyakini kekuatan doa permohonan,” ujar Pastor Joseph Farrell, Prior Jenderal Ordo Santo Agustinus (OSA), ordo Paus Leo bernaung, kepada OSV News melalui surel.
Ia menambahkan, “Para saudara dan saudari Agustinian di seluruh dunia turut mendoakan saudara kami, Paus Leo XIV. Kami juga mendoakan para dokter serta seluruh staf medis yang akan mendampingi beliau dalam operasi pada hari-hari mendatang.”
OSA mengeluarkan pesan dukungan tertanggal 11 Oktober yang menyatakan, “Sebagai kaum Agustinian, kami berdoa bersama demi kesehatan Paus Leo XIV.”
“Semoga Tuhan memberkati Bapa Suci dan para dokternya dalam operasi mendatang untuk menangani nodul yang ditemukan di paru-parunya saat pemeriksaan baru-baru ini,” demikian bunyi pesan dari tarekat tersebut, yang disampaikan dalam sejumlah bahasa – Italia, Inggris, Spanyol, Prancis, dan Portugis.
Pastor Tom McCarthy OSA, yang menjabat sebagai Provinsial Bunda Maria Nasehat yang Baik, tempat Paus Leo bernaung, mengatakan kepada OSV News bahwa ia dan rekan-rekan sesama biarawan Agustinian “sangat sedih mendengar kabar bahwa Paus Leo harus menjalani operasi.”
“Namun,” tambahnya, “kami bersyukur kondisi ini terdeteksi sejak dini. Kami memanjatkan doa bagi Bapa Suci serta para dokter, ahli bedah, perawat, dan staf medis yang akan merawat beliau. Kami mengajak semua orang untuk turut mendoakan Paus Leo.”
Pada 11 Oktober bahwa pihak universitas “bergabung dengan Gereja semesta dalam doa bagi Paus Leo saat beliau bersiap menjalani operasi.”
“Semoga Tuhan menganugerahkan kekuatan, kesembuhan, dan pemulihan total bagi Bapa Suci di masa mendatang,” ungkap pihak universitas.
Pastor Robert Hagan OSA, yang menjabat sebagai provinsial St. Thomas Villanova, mengatakan kepada OSV News bahwa para narapidana yang pernah mengikuti Misa yang dipimpinnya memandang Paus Leo sebagai gembala mereka dan secara spontan memasukkan nama beliau dalam doa umat.
Pastor Hagan menceritakan bahwa dalam Misa pada 11 Oktober di Lembaga Pemasyarakatan Negara Bagian Chester, Pennsylvania, di selatan Philadelphia, seorang narapidana yang membacakan doa permohonan berkata, “Saat Paus Leo bersiap menjalani prosedur medis, kami berdoa bagi beliau, bagi para dokternya, serta mengucap syukur seraya berharap agar semuanya berjalan lancar.”
“Narapidana itu menambahkan kalimat tersebut atas inisiatifnya sendiri,” ujar Pastor Hagan. “Dan saya merasa bahwa ia sungguh menyuarakan hati umat.”
Sumber: Clergy religious and faithful join in prayer for Pope Leo ahead of lung surgery
