Satu pekan setelah Paus Leo XIV pertama kali mengungkapkan kepada dunia bahwa ia akan menjalani operasi paru-paru, pada 18 Oktober Paus kembali muncul di jendela Istana Apostolik Vatikan.
Ia menyampaikan terima kasih kepada umat Katolik di seluruh dunia atas doa-doa mereka, lima hari setelah menjalani operasi kanker paru-paru.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendoakan saya dalam beberapa hari terakhir. Saya benar-benar merasakan dukungan Anda,” ujar Paus setelah memimpin Doa Angelus bersama umat Katolik di Lapangan Santo Petrus.
“Pengalaman ini membuat saya merasa sangat dekat dengan semua orang yang hidup dengan penyakit atau kelemahan fisik. Kini, setelah melewati fase krisis ini, seperti yang Anda ketahui, saya akan secara bertahap kembali menjalankan berbagai kegiatan, tentu dengan pertolongan Tuhan dan doa Anda sekalian,” tambahnya.
Paus mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh dokter, perawat, dan staf di Rumah Sakit Gemelli Roma, tempat beliau menjalani operasi kanker paru-paru pada 13 Oktober.
Ini merupakan penampilan publik pertama Paus Leo sejak beliau keluar dari Rumah Sakit Gemelli sehari sebelumnya, setelah para dokter menyatakan beliau cukup sehat untuk kembali ke Vatikan lebih cepat dari perkiraan semula.
Ribuan orang yang memadati Lapangan Santo Petrus pada Hari Minggu yang mendung itu bersorak meriah saat Paus melambaikan tangan dari jendela apartemen kepausannya, kurang dari 24 jam setelah beliau meninggalkan rumah sakit.
Para peziarah terharu menyambut kembalinya Paus ke Vatikan
Bagi Ylenia Casati, seorang wanita berusia 32 tahun dari Siena, Italia, pengalaman ini sangat mengharukan.
“Sungguh mengharukan. Saya hampir menangis karena rasanya luar biasa bisa melihat beliau kembali,” ujar Casati kepada OSV News.
“Hari ini adalah Doa Angelus pertama setelah beliau dirawat di rumah sakit. Saya sangat ingin dan perlu melihat beliau, serta merasa tenang setelah mendengar suara beliau dan melihat bahwa kondisi beliau baik-baik saja.”
Temannya, Ilaria Beatrice, 31, dari Prato, Italia, menggambarkan suasana di Lapangan Santo Petrus sebagai sesuatu yang “penuh semangat, penuh kasih sayang, dan penuh sukacita.”
“Rasanya luar biasa bisa menjadi bagian dari komunitas umat beriman yang begitu erat,” katanya. “Melihat orang-orang di sekitar saya bertepuk tangan, menangis, dan bersorak, itu sungguh memberikan kekuatan yang besar.”
Pengumuman pada 17 Oktober mengenai kepulangan Paus dari rumah sakit, yang terjadi sehari sebelumnya, datang lebih cepat dari perkiraan awal. Sebelumnya, Kantor Pers Takhta Suci menjelaskan bahwa Paus akan tetap berada di rumah sakit selama sekitar satu pekan setelah menjalani operasi pada 13 Oktober di Rumah Sakit Gemelli.
Dokter bedah puji Paus Leo, beliau bisa melakukan perjalanan ke Amerika Selatan
Dr. Stefano Margaritora, dokter bedah utama yang menangani operasi kanker paru-paru Paus Leo selama 90 menit pada 13 Oktober, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Vatican News pada hari Paus meninggalkan dari rumah sakit bahwa tidak ada alasan klinis untuk membatalkan rencana perjalanan Paus ke Amerika Selatan.
“Mengenai perjalanan jauh yang melibatkan penerbangan sekitar tiga pekan lagi, menurut saya tidak ada alasan klinis yang menghalanginya untuk dilakukan,” ujar Margaritora.
Ia mengisyaratkan keyakinannya, dari sudut pandang medis, bahwa Paus Leo mungkin sudah siap untuk menjalani kunjungan ke Amerika Latin, yang dijadwalkan berlangsung pada 6–17 November.
“Saat keluar dari rumah sakit, kondisi klinis Paus Leo sangat memuaskan,” kata dokter bedah itu. “Proses pengembangan kembali paru-paru pascaoperasi berjalan sesuai dengan jadwal yang semestinya.”
Dokter itu memperkirakan bahwa biasanya dibutuhkan “waktu beberapa pekan untuk benar-benar pulih secara fisik setelah operasi semacam ini.”
“Karena hampir satu minggu telah berlalu, saya yakin Paus dapat pulih sepenuhnya dalam waktu sekitar sepuluh hari lagi,” ujarnya.
Margaritora, kepala bedah toraks di Rumah Sakit Gemelli, menyatakan Paus Leo sebagai “pasien yang sempurna.”
“Beliau selalu tenang, selalu tersenyum, dan jarang mengeluh, meskipun ada rasa sakit yang tak terelakkan, terlepas dari semua langkah penanganan yang kami berikan,” katanya.
Dokter tersebut juga menceritakan kisah saat Paus turut membantu memindahkan kursi-kursi di kapel agar beliau dapat merayakan Misa, dua hari setelah menjalani operasi kanker.
“Pada hari kedua setelah operasi, kami mendapati beliau sedang menata sendiri kursi-kursi di kapel. Kami berkata, ‘Bapa Suci, biar kami saja yang melakukannya.’ Beliau menjawab, ‘Tidak apa-apa. Saya bisa melakukannya, jadi saya akan melakukannya.’ Apa lagi yang bisa saya katakan? Beliau benar-benar pasien yang sangat sempurna,” tutur Margaritora.
Merayakan seratus tahun Hari Minggu Misi Sedunia
Dalam pesan Angelus-nya, Paus memperingati 100 tahun Hari Minggu Misi Sedunia.
“Mari kita renungkan betapa panjang sejarah misi yang telah terukir selama 100 tahun ini,” kata Paus Leo.
“Mari kita berdoa agar Gereja senantiasa setia pada amanat Tuhan yang telah bangkit: ‘Pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah kabar baik kepada segala makhluk.’”
Sebelum memimpin doa Angelus dalam Bahasa Latin bersama umat yang hadir, Paus Leo merenungkan bacaan Injil hari Minggu, di mana Santo Matius mencatat perkataan Yesus: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
Paus berkata, “Dalam diri Yesus, kita memandang Allah yang tidak takut pada sejarah, melainkan justru hadir untuk tinggal di dalamnya. Kerajaan-Nya tidak menghapuskan peran dan tanggung jawab manusia.
Namun, Kerajaan-Nya memanggil kita untuk hidup tanpa kompromi, bebas dari ambisi egois dan motif yang tidak adil, serta senantiasa mengutamakan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.”
Paus menggambarkan ajaran Yesus untuk memberikan kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar sebagai sebuah perintah “untuk bersikap jujur, bebas dari rasa takut yang menghamba ataupun kemunafikan, (serta) bebas untuk berbuat baik.”
“Marilah kita berdoa kepada Tuhan agar membantu kita hidup dengan cara seperti ini. Dan marilah kita menyerahkan diri kepada perantaraan Santa Perawan Maria,” ujarnya.
Sumber: Pope Leo returns to vatican window for angelus after cancer surgery
