Uskup baru ditahbiskan berdasarkan perjanjian China-Vatikan

Uskup baru ditahbiskan berdasarkan perjanjian China-Vatikan

 

Seorang uskup baru telah ditahbiskan di China, dua bulan setelah Paus menyetujui penunjukannya berdasarkan perjanjian sementara antara  China  dan Vatikan mengenai pengangkatan uskup.

Kantor Pers Takhta Suci menyatakan bahwa Uskup Ignatius Ding Zuyao, uskup Keuskupan Haimen, Provinsi Jiangsu, telah ditahbiskan pada 15 Oktober.

Paus menunjuknya pada 24 Agustus setelah menyetujui pencalonannya dalam kerangka Perjanjian Sementara antara Takhta Suci dan China.

Menurut laporan tertanggal 15 Oktober di  website yang dikelola oleh Konferensi Waligereja Katolik  China (lembaga yang diakui negara), Uskup Ding telah terpilih sebagai calon uskup untuk Keuskupan Haimen pada 14 Mei.

Laporan tersebut tidak menyebutkan mengenai Paus, persetujuannya atas penunjukan tersebut, ataupun perjanjian sementara yang dimaksud.

Disebutkan bahwa penahbisan berlangsung di Gereja Katolik di Jalan Qingnian Timur, Nantong, Jiangsu. Sekitar 400 imam, biarawati, dan perwakilan umat awam turut hadir dalam acara tersebut.

Uskup Shanghai Mgr. Joseph Shen Bin, yang sebelumnya menjabat sebagai Uskup Haimen sekaligus ketua Konferensi Waligereja China  yang dikelola negara, bertindak sebagai penahbis utama.

Ia didampingi oleh Uskup Xuzhou Mgr. John Wang Renlei, Uskup Suzhou Mgr. Joseph Xu Honggen, Uskup Nanjing Mgr. Francis Lu Xinping, serta Uskup Auksilier Shanghai, Mgr. Ignatius Wu Jianlin.

Uskup Ding merupakan uskup China ke-19 yang ditahbiskan dalam persekutuan penuh dengan Paus berdasarkan perjanjian tersebut, yang pertama kali ditandatangani tahun 2018. Kesepakatan itu sempat diperbarui tahun 2020 dan 2022, sebelum akhirnya diperpanjang selama empat tahun pada Oktober 2024.

Penahbisannya terjadi lebih dari tiga tahun setelah Uskup Shen dipindahkan ke Shanghai tahun 2023, sebuah langkah yang awalnya dilakukan tanpa persetujuan Vatikan, namun kemudian diterima oleh Paus Fransiskus.

Uskup Ding lahir pada Agustus 1986 di Qidong, Jiangsu. Ia menempuh pendidikan di  Seminari Sheshan di Shanghai dari tahun 2001 hingga 2004, kemudian menyelesaikan studi filsafat dan teologi di Seminari Teologi Beijing, tempat ia meraih gelar sarjana.

Ia ditahbiskan sebagai imam untuk Keuskupan Haimen pada 27 Oktober 2011, dan pernah melayani sebagai pastor di sejumlah paroki – Haimenzhen, Linjiang, serta Caojiazhen. Sejak Februari 2023, ia memimpin Paroki Qingnian Donglu di Nantong.

Sejarah misi modern Keuskupan Haimen berawal dari abad ke-17. Wilayah ini menjadi vikariat apostolik tahun 1926 dan kemudian ditingkatkan statusnya menjadi keuskupan tahun 1946.

Sumber: New bishop ordained under china-vatican agreement

 

Leave a Comment