Para pemimpin Gereja dan dunia menyampaikan doa serta harapan agar Paus Leo XIV segera pulih, menyusul pengumuman dari Vatikan bahwa beliau didiagnosis menderita kanker paru-paru setelah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru kanannya.
Menyusul pengumuman pada 13 Oktober bahwa operasi tersebut berhasil, Dr. Stefano Margaritora, kepala bedah toraks di Rumah Sakit Gemelli, Roma, bersama Dr. Luigi Carbone, menyatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa “pemeriksaan mengonfirmasi diagnosis adenokarsinoma paru, sebagaimana yang dicurigai melalui tes pra-operasi.”
Paus diperkirakan akan menjalani masa pemulihan di Rumah Sakit Gemelli, Roma, selama satu minggu.
Menurut Vatican News, para dokter akan melakukan pemeriksaan pasca-operasi terhadap jaringan yang telah diangkat dalam beberapa hari ke depan.
Di Roma, kekhawatiran mengenai kesehatan Paus menjadi topik utama, mulai dari ruang kelas di universitas kepausan hingga kantor-kantor kuria dan ruang pertemuan “Amoris Laetitia”.
Bagi Uskup Agung Andrew Nke, uskup Keuskupan Agung Bamenda, Kamerun, yang saat itu berada di Roma untuk menghadiri pertemuan pada 7–14 Oktober dalam rangka peringatan 10 tahun “Amoris Laetitia”, diagnosis tersebut sangat mengejutkan.
“Ini adalah pengumuman yang sangat mengejutkan, khususnya bagi saya, karena pada April lalu, Paus sempat berkunjung ke negara saya, ke keuskupan saya, dan bahkan ke rumah saya,” ujar Uskup Agung Nkea kepada OSV News, seraya mengenang kunjungan Paus ke Kamerun dalam rangkaian perjalanan apostolik ke empat negara Afrika pada April.
“Kondisi beliau saat itu tampak sangat prima,” ungkap uskup agung itu.
Meski demikian, ia menambahkan, “Kita bersyukur kepada Tuhan karena penyakit ini ditemukan lebih dini. Oleh karena itu, kami berharap beliau dapat segera pulih dan kembali menjalankan tugas-tugasnya, karena seluruh dunia menantikan kesembuhan beliau.”
Meskipun Paus tidak hadir pada hari-hari terakhir pertemuan tersebut, Uskup Agung Nkea mengatakan kepada OSV News bahwa mereka yang hadir dalam sidang itu “tidak patah semangat, justru kami sangat, sangat erat bersatu dengannya dalam doa.”
“Setiap pagi sebelum memulai pertemuan, kami berdoa untuk kesehatan beliau serta agar beliau segera pulih,” ujarnya.
“Kami menaruh harapan kepada Tuhan dan percaya pada kuasa penyembuhan-Nya. Namun, di saat yang sama, kami merasakan ketidakhadirannya dalam pertemuan itu.”
Makna di balik penderitaan
Kardinal Gerhard Ludwig Müller, yang memimpin Kongregasi Ajaran Iman Vatikan dari tahun 2012-2017, dalam perbincangan dengan OSV News pada 14 Oktober, mengakui keterkejutan banyak pihak atas diagnosis yang diterima Paus Leo di masa awal masa kepausannya.
“Kita teringat akan Paus Yohanes Paulus II; beliau mengalami penderitaan di tahun-tahun terakhir hidupnya. Namun, terkait Paus Leo, tidak ada seorang pun yang menyangka atau siap melihat beliau harus menanggung penderitaan akibat masalah kesehatan ini, terdiagnosis kanker di tahun pertama masa jabatannya,” ujar kardinal asal Jerman tersebut.
Meskipun jabatan kepausan tidak membebaskan seseorang dari penderitaan manusiawi, Kardinal Müller mencatat bahwa posisi tersebut justru menempatkan Paus sebagai teladan dalam menghadapi kesulitan.
“Bapa Suci adalah wakil utama Yesus Kristus, Vikaris Kristus, dan penerus Santo Petrus,” ungkapnya kepada OSV News.
“Oleh karena itu, beliau juga menjadi teladan bagi kita, dan memang ingin menjadi teladan, dalam menghadapi penderitaan, sekaligus menunjukkan harapan kepada Yesus Kristus, baik dalam kehidupan di dunia ini maupun dalam kehidupan kekal,” tambah sang kardinal.
Dalam perbincangan dengan OSV News pada 14 Oktober, Pastor Thomas Joseph White, seorang imam Dominikan yang menjabat sebagai rektor Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas di Roma, mengatakan meskipun kabar mengenai operasi dan diagnosis kanker Paus Leo membuat banyak orang “cemas dan sedih,” hal ini juga menjadi pengingat akan “makna penderitaan dalam pandangan Kristiani.”
“Meskipun secara objektif merupakan hal yang buruk, maksud saya, mengalami penderitaan adalah perkara yang berat, terdapat harapan Kristiani untuk menjalani penderitaan tersebut secara konstruktif,” ujar Pastor White kepada OSV News.
Pastor White mengenang kesaksian yang ditunjukkan oleh para paus sebelumnya, yang harus menghadapi penyakit yang melemahkan di hadapan publik. Ia mencatat bahwa para imam, khususnya para Paus, dipanggil “untuk diserupakan dengan Kristus dan berdoa bagi sesama, serta mempersembahkan diri di dalam Kristus, dengan rahmat Kristus, demi kepentingan orang lain.”
“Saya teringat akan Paus Yohanes XXIII, yang wafat akibat kanker dan semasa hidupnya sempat menerbitkan, intensi-intensi doanya, serta bagaimana ia mempersembahkan penderitaannya bagi umat beriman dan berbagai tujuan lainnya, merupakan teladan yang mencerminkan kekudusan,” ujar Pastor White.
Pastor White juga menyoroti “teladan kekudusan” yang ditunjukkan oleh Santo Yohanes Paulus II saat berjuang melawan penyakit Parkinson.
Ia mengatakan bahwa teladan dari kedua Paus tersebut “ditujukan bagi kita semua, baik sebagai umat Kristiani maupun sebagai sesama manusia, tentang bagaimana menjalani penderitaan secara konstruktif; terlepas dari sifat penderitaan yang secara objektif buruk, kita dapat mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.”
Mengenang perjumpaan pribadinya dengan Paus Leo, Pastor White mengungkapkan kepada OSV News bahwa ia sangat terkesan dengan “kedamaian, sukacita, dan ketenangan” Paus ini.
Ia berharap “keteguhan karakter” yang dimiliki Paus Leo dapat menuntunnya “melalui tahapan selanjutnya dalam panggilannya, serta dalam pengajarannya kepada kita sebagai Bapa Suci, termasuk di masa sakitnya ini.”
Reaksi para pemimpin dunia
Sejumlah pemimpin dunia terkemuka menyampaikan doa dan kata-kata dukungan melalui media sosial menyusul kabar mengenai diagnosis kesehatan Paus.
“Mendoakan kesembuhan segera bagi Yang Teramat Mulia Paus Leo XIV setelah diagnosis kesehatannya baru-baru ini,” tulis Sekretaris Jenderal PBB António Guterres di platform X.
Ia menambahkan bahwa doa dan pikirannya tertuju kepada Paus serta “umat Katolik di seluruh dunia.”
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menulis di X bahwa ia dan istrinya, Jeanette, “bersatu dalam doa untuk kesehatan (Paus Leo) setelah diagnosis kesehatannya baru-baru ini.”
“Semoga Tuhan menganugerahkan kekuatan kepadanya, dan semoga Roh Kudus membimbing para tenaga medis yang merawat Bapa Suci,” tulis Rubio.
Duta Besar AS untuk Italia dan San Marino, Tilman J. Fertitta, menyampaikan harapan agar Paus “segera pulih setelah menjalani operasi dan senantiasa diberikan kesehatan.”
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mendoakan agar Paus “segera pulih sepenuhnya setelah menjalani operasi dengan sukses.”
“Beliau merupakan sumber harapan dan inspirasi bagi miliaran orang di seluruh dunia,” tulis Carney di X.
“Pesan beliau tentang persatuan dan kasih sayang mengingatkan kita akan kekuatan yang dapat kita berikan kepada satu sama lain di saat-saat…” ketidakpastian.”
Senada dengan pandangan Carney, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, memuji Paus sebagai “sumber inspirasi bagi umat Katolik” serta “suara bagi perdamaian, kemanusiaan, dan akal budi di dunia modern kita.”
“Pikiran dan doa saya menyertainya selama masa pemulihan setelah operasi yang baru saja ia jalani,” tulis Albanese. “Kami berharap dan berdoa untuk kesembuhan yang cepat.”
Perdana Menteri India Narendra Modi mendoakan agar Paus Leo “segera pulih sepenuhnya dan senantiasa diberikan kesehatan yang baik.”
Sementara dari Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan bahwa ia turut berdoa agar Paus dianugerahi “kekuatan, penghiburan, dan kesembuhan yang cepat.”
“Komunitas Katolik di Pakistan, bahkan seluruh bangsa, bergabung dengan saya dalam mendoakan kesehatan Yang Teramat Mulia,” tulis Sharif.
“Pesan beliau yang teguh tentang kasih sayang, perdamaian, dan martabat manusia sangat menyentuh hati masyarakat di Pakistan maupun di seluruh dunia. Kami berdoa agar beliau dapat terus melanjutkan pengabdiannya yang tak ternilai bagi kemanusiaan, dengan kekuatan dan keyakinan yang baru.”
Di Amerika Latin, penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, memohon perantaraan orang-orang kudus di negaranya, Santo José Gregorio Hernández dan Santa Carmen Rendiles, serta berdoa agar Tuhan “menganugerahkan kekuatan kepada beliau untuk melanjutkan misi mulianya dalam membawa perdamaian, kasih, dan harapan bagi umat manusia di seluruh dunia.”
“Venezuela memanjatkan doa untuk kesembuhan yang cepat dan menyeluruh bagi Yang Teramat Mulia Paus Leo XIV. Kami menyampaikan kasih sayang dan solidaritas rakyat kami, yang bersatu dalam iman dan harapan demi kesehatan serta kesejahteraan beliau,” tulisnya di platform X.
Di Peru, salah satu dari tiga negara yang dijadwalkan akan dikunjungi Paus Leo pada November, Presiden Keiko Fujimori menyatakan bahwa negaranya menerima kabar mengenai diagnosis Paus tersebut “dengan kesedihan yang mendalam.”
Ia memohon kepada Tuhan “untuk menjaga beliau, memberikan kekuatan, dan mengizinkan kita untuk segera melihat beliau pulih kembali.”
“Hari ini, lebih dari sebelumnya, mari kita satukan iman dalam untaian doa yang besar. Semoga Tuhan kita, Sang Pemberi Mukjizat, mendengarkan permohonan kita dan mendampingi beliau di saat-saat sulit ini,” tulis Fujimori.
“Bapa Suci, negeri ini, yang juga merupakan rumah bagi Anda, memeluk Anda dengan kasih sayang yang luar biasa. Kini giliran kami untuk mendampingi Anda melalui doa-doa kami, sebagaimana Anda telah berkali-kali mendampingi kami dengan doa-doa Anda.”
Uskup Agung Anglikan dari Canterbury, Sarah Mullally, juga menanggapi kabar mengenai diagnosis kanker yang dialami Paus, seraya menyampaikan bahwa “doa-doa harian saya senantiasa menyertai Paus Leo XIV.”
Seraya menyampaikan jaminan doa dari Gereja Inggris dan Komuni Anglikan, Uskup Agung Mullally mengatakan: “Saya berdoa agar Roh Kudus – Sang Penghibur, Penyembuh, dan Pemberi Kehidupan – menguatkan beliau di hari-hari dan minggu-minggu mendatang, serta agar pemulihannya berlangsung cepat dan menyeluruh.”
Tak lama setelah unggahan Uskup Agung Canterbury diterbitkan, akun X resmi Komuni Anglikan membagikan pesan tersebut dan mengajak umat Anglikan “untuk bergabung dengan saudara-saudari Katolik dalam doa bagi Bapa Suci.”
Sumber: Prayers well wishes pour in after popes lung cancer diagnosis
