{"id":588,"date":"2026-10-12T17:51:42","date_gmt":"2026-10-12T10:51:42","guid":{"rendered":"https:\/\/medialangit.com\/?p=588"},"modified":"2026-10-12T17:51:42","modified_gmt":"2026-10-12T10:51:42","slug":"kelompok-hindu-radikal-serang-gereja-katolik-di-india","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medialangit.com\/?p=588","title":{"rendered":"Kelompok Hindu radikal serang gereja Katolik di India"},"content":{"rendered":"<div>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Sekelompok\u00a0 Hindu radikal diduga menyerang dan merusak sebuah gereja Katolik di Negara Bagian Benggala Barat, India timur, dengan tuduhan bahwa para misionaris telah mengonversi umat Hindu menjadi Kristen.<\/p>\n<p>Sekitar 200 aktivis dari Vishwa Hindu Parishad (Dewan Hindu Dunia) tiba dengan kendaraan yang membawa batu bata dan tongkat bambu sekitar pukul 18.00 pada 9 Oktober dan mencoba memaksa masuk ke Gereja Santo Louis di desa Jalalkhai, distrik Nadia; demikian disampaikan Pastor Paroki Jithin Muthukattil kepada UCA News pada 11 Oktober.<\/p>\n<p>\u201cNamun, sekelompok umat paroki berusaha mengunci gerbang masuk dan menghalanginya dengan bambu untuk mencegah massa masuk,\u201d kata Pastor Muthukattil, anggota Kongregasi Vincentian lokal dari Gereja Syro-Malabar, sebuah Gereja Katolik Timur.<\/p>\n<p>\u201cAkan tetapi, para penyerang melemparkan batu serta batu bata dan memaksa masuk ke area gereja, lalu merusak gerbang darurat serta penutup kaca patung-patung, termasuk patung Yesus Kristus,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Di tengah kekacauan yang terjadi, lebih dari 10 pria dan wanita yang melawan para penyerang dipukuli sebelum polisi tiba sekitar pukul 19.00. Seorang umat paroki sempat menghubungi Hakim Distrik Nadia, Shrikant Pandit, untuk meminta bantuan, ujar Pastor\u00a0 Muthukattil.<\/p>\n<p>\u201cPolisi berhasil mengendalikan situasi yang penuh kekerasan dan ketegangan itu, namun tidak menangkap para pelakunya,\u201d kata Samir Lahiri, sekretaris Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Krishnagar.<\/p>\n<p>Pastor Muthukattil mengatakan\u00a0 sekitar 1.900 umat Kristen dari suku Santhal yang berasal dari wilayah sekitar telah berkumpul untuk mengikuti pertemuan doa tahunan selama empat hari, yang dijadwalkan dimulai pada 8 Oktober di Pusat Retret Cinta Ilahi yang berada di lingkungan paroki tersebut.<\/p>\n<p>\u201cNamun, akibat serangan dan ancaman tersebut, kami mengakhirinya pada\u00a0 10 Oktober setelah Misa Kudus dan sarapan,\u201d ujarnya, seraya menambahkan\u00a0 acara tersebut tidak pernah menghadapi permusuhan selama 12 tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah bentuk kekerasan terburuk yang pernah kami alami di keuskupan kami,\u201d kata Uskup Krishnanagar Mgr. Nirmol Vincent Gomes SDB, yang wilayah yurisdiksinya mencakup lokasi kejadian, kepada UCA News pada 11 Oktober.<\/p>\n<p>Uskup Salesian itu mengatakan\u00a0 para imam diosesan dan biarawati telah mengajukan laporan polisi pada 9 Oktober, mendesak pihak berwenang untuk menangkap pihak yang bertanggung jawab serta menjamin keselamatan umat Katolik yang \u201cterguncang, ketakutan, dan hidup dalam kecemasan.\u201d<\/p>\n<p>\u201cLaporan telah diterima dan penyelidikan sedang berlangsung,\u201d ujar seorang pejabat senior kepolisian di direktorat kepolisian Krishnanagar.<\/p>\n<p>Pastor Muthukattil menyebutkan nama-nama yang diduga sebagai pemimpin serangan tersebut \u2013 Indrajit Sarkar, Suphol Biswas, Raju Thakur, dan Souman Batto.<\/p>\n<p>Imam itu menyatakan bahwa mereka berafiliasi dengan Vishwa Hindu Parishad dan gerakan Gomata Samrakshan, sebuah kelompok pelindung sapi.<\/p>\n<p>\u201cPara penyerang meneriakkan slogan-slogan yang menentang umat Kristen dan Gereja, merusak properti, serta menyerang orang-orang yang berusaha melindungi komplek gereja,\u201d kata imam tersebut.<\/p>\n<p>Arindam Kar, sekretaris Vishwa Hindu Parishad di Kolkata Utara, menuding bahwa praktik konversi agama sedang terjadi di beberapa wilayah negara bagian tersebut.<\/p>\n<p>\u201cHal ini tidak hanya terjadi di Krishnanagar\u2026 praktik konversi agama dengan iming-iming uang dan mukjizat sedang dilakukan. Praktik semacam itu umum terjadi di Nadia, Howrah, serta wilayah North dan South 24 Parganas,\u201d demikian kutipan pernyataannya yang dimuat oleh <em>Indian Express<\/em> pada 10 Oktober.<\/p>\n<p>Kar menuding bahwa kelompok-kelompok semacam itu sebelumnya menikmati \u201cperlindungan dari partai yang pernah berkuasa [Partai Kongress].\u201d<\/p>\n<p>\u201cSekarang perlindungan itu tidak ada lagi, sehingga masyarakat memprotes inisiatif-inisiatif semacam itu,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Pastor Dominic Gomes, Kanselir Keuskupan Agung Kalkata, menyatakan\u00a0 pertemuan doa tersebut tidak diselenggarakan untuk mengonversi orang ke agama Kristen.<\/p>\n<p>Ia mengatakan\u00a0 segala tuduhan mengenai konversi agama, jika diperiksa secara adil dan objektif berdasarkan fakta serta bukti, akan terbukti tidak benar.<\/p>\n<p>\u201cPertemuan doa ini merupakan momen untuk sejenak menjauh dari hiruk-pikuk duniawi guna berdoa secara mendalam, dengan tujuan memberikan dukungan spiritual dan pembaruan iman,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Herod Mullick, sekretaris pendiri Dewan Kristen Bengal, mengatakan\u00a0 insiden semacam itu sering terjadi di berbagai wilayah negara bagian tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKami mendesak pemerintah dan aparat setempat untuk segera melakukan penyelidikan yang imparsial, menjaga ketertiban umum, serta dengan cepat menangkap dan memproses hukum semua pelaku yang bertanggung jawab atas tindakan ini,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/www.ucanews.com\/news\/hindu-hardliners-attack-catholic-church-in-india\/115735\">Hindu hardliners attack catholic church in india<\/a><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 Sekelompok\u00a0 Hindu radikal diduga menyerang dan merusak sebuah gereja Katolik di Negara Bagian Benggala Barat, India timur, dengan tuduhan bahwa para misionaris telah mengonversi umat Hindu menjadi Kristen. Sekitar 200 aktivis dari Vishwa Hindu Parishad (Dewan Hindu Dunia) tiba dengan kendaraan yang membawa batu bata dan tongkat bambu sekitar pukul 18.00 pada 9 Oktober dan mencoba memaksa masuk ke Gereja Santo Louis di desa Jalalkhai, distrik Nadia; demikian disampaikan Pastor Paroki Jithin Muthukattil kepada UCA News pada 11 Oktober. \u201cNamun, sekelompok umat paroki berusaha mengunci gerbang masuk dan menghalanginya&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":597,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/i.ucanews.com\/ucanews\/uploads\/2026\/10\/check-hindu-hardliners-attack-catholic-church-in-india-6acc7e1106393_600.jpeg","fifu_image_alt":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-588","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ucanews"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/588","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=588"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/588\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/597"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=588"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=588"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=588"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}