{"id":488,"date":"2026-10-09T18:59:28","date_gmt":"2026-10-09T11:59:28","guid":{"rendered":"https:\/\/medialangit.com\/?p=488"},"modified":"2026-10-09T18:59:28","modified_gmt":"2026-10-09T11:59:28","slug":"vatikan-memperingati-75-tahun-hubungan-diplomatik-takhta-suci-pakistan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medialangit.com\/?p=488","title":{"rendered":"Vatikan memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Takhta Suci-Pakistan"},"content":{"rendered":"<div>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Seorang pejabat tinggi Vatikan telah tiba untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Vatikan-Pakistan, sebuah momen yang disebut para pemimpin Gereja sebagai kesempatan untuk menyoroti kontribusi umat Kristen minoritas di negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut.<\/p>\n<p>Uskup Agung Paul Richard Gallagher, Menteri Luar Negeri Takhta Suci tiba di Pakistan pada 8 Oktober untuk kunjungan resmi selama tiga hari guna memperingati hari jadi tersebut, demikian dilaporkan Vatican News.<\/p>\n<p>Selama kunjungan pada 8-10 Oktober itu, ia dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin agama dan politik terkemuka di negara tersebut serta menghadiri berbagai acara keagamaan dan publik.<\/p>\n<p>Christopher Sharaf, anggota komite penyelenggara perayaan hari jadi yang disetujui pemerintah, mengatakan bahwa Uskup Agung Gallagher telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar, yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri, pada hari pertama kunjungan.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan tersebut, ia mengapresiasi peran konstruktif Pakistan dalam mendorong perdamaian dan stabilitas kawasan melalui mediasi, dialog, dan diplomasi, lapor <em>Associated Press.<\/em><\/p>\n<p>Ia juga mengisyaratkan kemungkinan adanya pertemuan antara Uskup Agung Gallagher dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.<\/p>\n<p>Pertemuan-pertemuan ini \u201clebih dari sekadar simbolis,\u201d ujarnya kepada UCA News.<\/p>\n<p>Ia mengatakan bahwa Vatikan sedang \u201cbergerak menuju hubungan diplomatik penuh setelah sempat mengalami hubungan yang kurang hangat setelah kunjungan singkat Paus tahun 1981.\u201d<\/p>\n<p>Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Pakistan pada 16 Februari 1981, di masa pemerintahan pemimpin militer Muhammad Zia-ul-Haq, menjadikannya satu-satunya paus yang pernah mengunjungi negara tersebut.<\/p>\n<p>Dalam kunjungan itu, Paus memimpin Misa yang dihadiri ribuan umat Katolik di Karachi, ibu kota Provinsi Sindh sekaligus kota metropolitan terbesar di negara itu.<\/p>\n<p>Sharaf mengatakan bahwa pada dekade-dekade berikutnya, situasi sosial-ekonomi, politik, dan keagamaan di Pakistan memburuk, dan citra global negara itu pun ikut terpuruk.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini terdapat pergeseran bertahap menuju peningkatan hubungan kerja dengan Vatikan, pemajuan martabat manusia dan pemberdayaan ekonomi, perlindungan hak-hak minoritas, serta penjaminan kesetaraan status kewarganegaraan,\u201d ujar Sharaf.<\/p>\n<p>Ia mengatakan bahwa kunjungan Gallagher serta pertemuan-pertemuannya dengan para pemimpin negara akan memperkuat peran Gereja Katolik dalam pengambilan keputusan nasional.<\/p>\n<p>\u201cHal-hal ini akan berdampak besar pada masa depan Gereja Katolik dalam pengambilan keputusan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Uskup Agung Gallagher dijadwalkan mengunjungi sekretariat Konferensi Waligereja Katolik Pakistan di Gereja Santa Maria Fatima di ibu kota negara, Islamabad, pada 9 Oktober.<\/p>\n<p>Pada 10 Oktober, ia akan memimpin Misa untuk umum di Gereja Santa Maria\u00a0 Fatima di Islamabad, mengunjungi Masjid Faisal, sebuah landmark keagamaan yang ikonik di kota tersebut, serta bertemu dengan para pemimpin agama Muslim.<\/p>\n<p>Uskup Samson Shukardin dari Hyderabad, yang juga menjabat sebagai ketua Konferensi Waligereja Katolik Pakistan, menyebut kunjungan ini \u201csangat penting.\u201d<\/p>\n<p>Ia mengatakan kunjungan tersebut akan menyoroti perlunya pengakuan yang lebih besar terhadap identitas dan kontribusi Gereja Katolik bagi negara itu.<\/p>\n<p>\u201cKami terus menjalin dialog dengan pihak berwenang, sebuah proses yang berkelanjutan, demi mendapatkan pengakuan yang layak atas kontribusi kami bagi bangsa serta dukungan untuk melestarikan identitas Kristen kami,\u201d ujarnya kepada UCA News.<\/p>\n<p>Menurutnya, ada pihak-pihak yang keliru menganggap Gereja Katolik sebagai LSM, bukan sebagai organisasi keagamaan yang memiliki jati diri tersendiri.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap situasi akan membaik melalui pemahaman dan semangat saling berbagi yang lebih baik.\u201d<\/p>\n<p>Shukardin mencatat\u00a0 meskipun menghadapi berbagai tantangan, Gereja Katolik tetap eksis dan berkembang di negara tersebut berkat hubungan diplomatik antara Pakistan dan Vatikan.<\/p>\n<p>\u201cVatikan memandang hubungan ini sangat penting,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan catatan Gereja, hubungan diplomatik Takhta Suci dengan Pakistan telah terjalin sejak tahun 1950-an, ketika Uskup Agung asal Belanda, James Cornelius van Miltenburg, yang saat itu menjabat sebagai Uskup Agung Karachi, ditunjuk sebagai delegatus apostolik pertama untuk Pakistan. Hubungan diplomatik tersebut secara resmi dikukuhkan tahun 1961.<\/p>\n<p>Menurut data resmi, umat Katolik berjumlah 1,3 juta jiwa dari total perkiraan populasi Pakistan yang mencapai 260 juta jiwa.<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/www.ucanews.com\/news\/vatican-marks-75-years-of-holy-see-pakistan-diplomatic-ties\/115714\">Vatican marks 75 years of holy see-pakistan diplomatic ties<\/a><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 Seorang pejabat tinggi Vatikan telah tiba untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Vatikan-Pakistan, sebuah momen yang disebut para pemimpin Gereja sebagai kesempatan untuk menyoroti kontribusi umat Kristen minoritas di negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut. Uskup Agung Paul Richard Gallagher, Menteri Luar Negeri Takhta Suci tiba di Pakistan pada 8 Oktober untuk kunjungan resmi selama tiga hari guna memperingati hari jadi tersebut, demikian dilaporkan Vatican News. Selama kunjungan pada 8-10 Oktober itu, ia dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin agama dan politik terkemuka di negara tersebut serta menghadiri berbagai acara keagamaan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":489,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/i.ucanews.com\/ucanews\/uploads\/2026\/10\/check-vatican-envoys-visit-marks-75-years-of-holy-see-pakistan-diplomatic-ties-6ac8bf0b29220_600.jpeg","fifu_image_alt":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-488","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ucanews"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=488"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/488\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medialangit.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}